Education,  Healthy

Langkah Mudah Hindarkan Keluarga Dari Corona

Sharing this:

Sudah ada 291.182 jiwa yang tercatat positif Corona per Kamis 1 Oktober 2020. Angka yang fantastis sehingga lagi-lagi Ibukota Jakarta harus PSBB tahap kedua. Banyak banget aktivitas dan rutinitas harian yang sekarang berubah. Suamiku sejak awal pandemi harus bekerja dari rumah dan si bungsupun mengawali awal sekolah dasarnya dengan bertemu via virtual. Aku yakin gak ada yang mengharapkan kondisi seperti ini berlangsung semakin lama, semua ingin kembali normal.

Tak main-main dampak pandemi ini dirasakan hampir disemua aspek kehidupan, fasilitas kesehatan sudah tak memadai, para pahlawan kesehatanpun sudah banyak yang berguguran. Bayangkan jika kondisi seperti ini semakin lama bahkan semakin meningkat. Bisa jadi sudah tak ada ruang dan dokter yang akan berusaha menyembuhkan mereka yang sakit. Belum lagi matinya roda perekonomian, sudah berapa banyak masyarakat miskin yang mengurangi jatah makan harian mereka, kepala keluarga yang harus pontang-panting mencari peluang pekerjaan baru dan puluhan UMKM yang gulung tikar karena pandemi ini. Sungguh kita harus tuntaskan pandemi di tanah air agar tidak semakin lama.

Melawan virus Covid-19 ini bukanlah tugas pemerintah semata atau satgas di lapangan, masyarakatlah yang harus disiplin dan harus serius menjalankan semua arahan yang bisa membantu menghentikan transmisi virus ini. Semuanya dimulai dari unit terkecil masyarakat yaitu keluarga, diri kita sendiri. Sudahkah kita benar-benar mengerti seperti apa Virus ini menyebar dan bagaimana cara kita menghindari diri agar tidak terpapar atau tidak menjadi carrier?

Menjawab pertanyaan itu, pemerintah kembali memberikan edukasi seputar Covid-19 dan seperti apa protokol kesehatan yang harus dilakukan masyarakat melalui Seminar Online Bareng Blogger Di Masa Pandemi. Alhamdulillah aku menjadi salah satu peserta seminar edukasi yang diadakan oleh Kementrian Kesehatan bersama Germas serta Komunitas Bloggercrony.

Seminar online ini ditayangkan langsung melalui Live Youtube Direktorat Promkes, Rabu 30 September 2020 kemarin. Dengan menghadirkan dr. Riskiyana  S, Putra, M.Kes selaku Direktur Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi atau yang biasa kita kenal dengan panggilan Bunda Romi, selanjutnya ada Kak Wardah Fajri, S.I.Kom sebagai Fasilitator/Mentor & Founder Komunitas Bloggercrony yang sudah banyak memberikan kesempatan kepada para blogger untuk mengembangkan diri juga mengikuti berbagai aktivitas digital selama pandemi.

Edukasi seputar Covid-19 ini sebenarnya sudah banyak tersebar di berbagai platform digital, jurnal kesehatan bahkan di beberapa blog teman-teman blogger. Namun sayangnya masih ada masyarakat yang belum mengetahui bahkan menyepelekan edukasi terkait hal ini. Padahal kalau kita tau ilmunya kita akan lebih maksimal dan optimis dalam menghadapi pandemi yang sudah berlangsung hampir setahun lamanya. Covid-19 ini jadi lawan kita yang tak bisa kita lihat langsung tapi bisa masuk dan menjangkiti organ terpenting tubuh kita, menyebalkan ya.

Menurut dr. Riskiyana Virus Corona saat ini bahkan sudah bermutasi, sehingga beberapa orang yang positif terinfeksi sudah tidak menunjukkan gejala sama sekali, biasa disebut OTG (orang tanpa gejala). Sayangnya OTG ini justru berpotensi menjadi carrier atau pembawa sang virus menyebar ke orang lain. Bayangkan kalau OTG tidak menerapkan pola kebiasaan baru atau protokol kesehatan saat di tempat umum atau saat bersama dengan orang lain, mereka tanpa sadar membawa virus ini menyebar semakin banyak. Itu jadi salah satu faktor juga kenapa penyebaran COVID-19 angkanya semakin meningkat.

Namun ada juga pasien positif terinfeksi virus ini yang menunjukan beberapa gejala seperti demam diatas 37oC, batuk pilek, sesak nafas, letih lesu, bahkan hilangnya indera penciuman dan indera perasa. Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome Coronavirus 2 (SARS-Cov-2) ini menyerang system pernafasan kita, bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan akan dengan mudah menyebabkan kematian. Lalu bagaimana si virus ini bisa masuk ke dalam tubuh kita?

Penularan Covid-19

  • Melalui Droplet

Droplet merupakan cairan atau cipratan liur yang keluar ketika seseorang bersin, batuk ataupun berbicara. Droplet juga bisa menghasilkan aerosol saat seseorang sedang menjalani prosedur medis.

  • Melalui Kontak Langsung

Orang yang positif terinfeksi bisa menyebarkan virus ini melalui kontak langsung seperti berjabat tangan

  • Melalui Permukaan yang Terkontaminasi

Penularan ini terjadi saat seseorang yang positif mengeluarkan dropletnya lalu menyentuh berbagai permukaan atau benda di sekitarnya, sehingga membuat permukaan dan benda-benda yang disentuh tadi terkontaminasi oleh virus. Nah jika kita menyentuh permukaan yang terkontaminasi tersebut artinya si virus sudah melekat di tangan kita, jangan menyentuh area wajah sebelum kita mencuci tangan dengan sabun.

Dalam waktu satu hari virus ini bisa menyebar ke banyak manusia dan berbagai permukaan benda. Penyebaran di Indonesia termasuk cepat karena jumlah populasi penduduk kita yang padat, penanganan yang belum tepat dan lambat,  minimnya kesadaran untuk menerapkan protokol kesehatan serta faktor-faktor transmisi lainnya. Kalau melihat hasil survei yang dilakukan Balitbangkes, hanya sekitar 35-40% masyarakat yang melakukan himbauan untuk jaga jarak, angka yang kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk saat ini.

Virus ini sudah membuat banyak tenaga medis kita gugur belum lagi merubah tatanan aktivitas harian kita. Kita pastinya tidak berharap pandemi ini akan semakin lama, jadi kita harus disiplin menerapkan berbagai protokol kesehatan, kebiasaan baru dan arahan lainnya guna menghentikan penyebaran virus Corona di tanah air. Apa yang bisa kita lakukan? Yuk mulai dari diri sendiri – keluarga – lingkungan, kita ubah pola hidup kita menjadi kebiasaan baru yang akan membuat kita lebih sehat dan Insya Allah terhindar dari paparan berbagai virus.

Langkah Mudah Hindarkan Keluarga Dari Corona

Tingkatnya Daya Tahan Tubuh

Di dalam tubuh kita Allah sudah menciptakan system pertahanan alami yang bisa menjaga diri kita dari berbagai serangan virus, kuman dan bakteri. Peran daya tahan tubuh kita juga melindungi dari partikel asing yang masuk seperti debu dan polusi. Jadi jika daya tahan tubuh kita kuat atau bekerja dengan baik maka akan mencegah terjadinya infeksi dan gangguan kesehatan termasuk paparan virus Corona. Kita sudah mendengar kan seorang atlet yang positif Covid-19 bisa sembuh hanya dalam waktu beberapa hari, atau mereka yang tinggal serumah dengan orang yang positif terinfeksi tapi tidak mengalami penularan, hal itu disebabkan oleh daya tahan tubuh yang mereka miliki. Sayangnya tingkat imunitas atau daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda, namun kita bisa meningkatkan imunitas kita dengan beberapa cara seperti:

  • Jaga Kesehatan Mental

Masa pandemi ini memang tidak mudah kita lalui terutama bagi mereka yang terkena dampak langsung seperti kehilangan pekerjaan atau kekurangan pendapatan dll. Aktivitas dan rutinitas kita juga pastinya berubah, bekerja, ibadah, sekolah dan kegiatan lainnya harus dilakukan dari rumah. Kondisi yang gak bisa kita control dan prediksi ini bisa bikin kecemasan, stress, bahkan bisa bikin depresi. Kondisi psikis atau mental seperti itu bisa menurunkan daya tahan tubuh, kesehatan mental sangat mempengaruhi kesehatan fisik seseorang. Menurut psikolog fokuslah pada hal -hal yang bisa kita control yaitu pikiran dan aktivitas kita. Cari peluang meraih rejeki halal, mulai kegiatan-kegiatan kreatif, tetap jaga interaksi dengan orang-orang tersayang dan cara terampuh jaga kesehatan mental adalah semakin dengan dengan Allah, perbaiki kualitas ibadah selanjutnya tambah kuantitasnya. Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan kita, terus semangat ya teman-teman.

  • Asupan Nutrisi

Daya tahan tubuh terbentuk dari asupan nutrisi yang cukup dan baik. Usahakan untuk konsumsi makanan gizi seimbang dengan protein yang cukup, sayuran atau buah-buahan. Banyak minum Air putih ya

  • Istirahat yang Cukup dan Olahraga

Istirahat mampu mengoptimalkan kembali peran dan fungsi organ-organ tubuh kita, pastikan tidak bergadang jika tidak ada perlunya ya:D , dr. Riskiyana juga menambahkan untuk mulai hidup sehat dengan olahraga teratur. Banyak olahraga ringan yang bisa kita lakukan selama pandemi ini, usahakan agar tubuh tetap aktif bergerak. Usahakan juga untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi pada pukul 10 selama 15 menit.

Terapkan Kebiasaan Baik dengan 3M

Adaptasi kebiasaan baru ini sangat dianjurkan untuk menghindari diri kita dari paparan Corona juga menghentikan penyebarannya. Yuk kita disiplin dalam menerapkan kebiasaan baru di semua tatanan, di tempat umum, tempat kerja, pasar, tempat ibadah, swalayan, juga di lingkungan di rumah.

  • Mencuci Tangan

Masuknya virus Corona ke dalam tubuh disebabkan dari paparan virus yang berada di tangan saat kita menyentuh area wajah sebelum mencuci tangan. Virus masuk melalui saluran pernafasan hidung, mulut, dan mata, saat kita mengucek, mengusap atau menyentuh bagian wajah. Kebiasaan baru untuk mencuci tangan sangat penting dilakukan, saat ini ataupun nanti saat Corona sudah tidak ada. Biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh sesuatu. Cuci tangan sebaiknya menggunakan sabun dan air mengalir, pastikan bagian sela-sela jari ikut tercuci dengan bersih. Kita juga bisa menyiapkan hand sanitizer saat berpergian atau keperluan mendesak jika tidak menemukan sabun dan tempat mencuci tangan.

  • Menggunakan Masker

Tentunya teman-teman sudah hapal nih dengan tagline masker dapat melindungimu dan orang lain. Yup menggunakan masker tidak lagi disarankan bagi mereka yang sedang sakit, sekarang masker menjadi benda penting yang harus dipakai saat kita berada di tempat umum. Kita gak pernah tau apakah disekitar kita saat itu ada orang yang positif terinfeksi. Masker akan melindungi kita dari droplet-droplet yang bertebaran di sekitar kita.

  • Menjaga Jarak

Jaga jarak setidaknya 1 meter ketika kita harus beraktivitas di luar rumah dan berada di sekitar orang lain.

Selain 3M diatas kita juga perlu memperhatikan perilaku saat berada di luar rumah, saat masuk ke rumah bahkan saat berada di dalam rumah. Seperti saat masuk ke dalam rumah, hindari menyentuh benda apapun di rumah sebelum mencuci tangan, mengganti pakaian yang digunakan atau menyemprot barang-barang yang kita bawa dari luar dengan desinfektan atau dicuci dengan sabun.

TIngkatkan Awareness Kesehatan Kita dan Sebarkan Edukasinya

Dalam seminar online kemarin Bunda Romi juga menyampaikan perilaku kebiasaan baik ini perlu dibangun sejak dini terutama kepada anak-anak dan anggota keluarga kita. Bunda Romi menyampaikan ada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi terhambatnya proses belajar dan penerapan kebiasaan baik di masa pandemi ini. Ada moral virtue yang perlu dipupuk sejak dini, pemberian contoh juga konsisten dalam melakukannya.

Kak Wawa sebagai founder BCC juga menyampaikan peran kita dalam membagi edukasi ke orang-orang terdekat, memberi manfaat untuk orang lain juga berperilaku optimis dalam menghadapi masa pandemi ini. BCC selama pandemi sudah banyak memberikan sharing dan menjadi wadah bagi para membernya untuk makin produktif dan melewati masa pandemi dengan positif, Alhamdulillah.

Semoga kita bisa makin semangat dan saling support ya. Edukasi yang paling baik adalah dengan memberikan contoh serta dukungan nyata. Yuk ajak masyarakat kecil seperti pedagang di jalan yang belum menggunakan masker dengan memberikannya masker gratis selanjutnya kita bisa memberikan informasi pentingnya penggunaan masker. Terkadang masyarakat kecil bukan tidak tau pentingnya menggunakan masker, siapa tau ia lebih memilih membeli keperluan untuk mengisi perut dibanding masker, yuk teman-teman kita sisihkan rejeki kita untuk berbagi edukasi dengan dukungan seperti itu. Masih banyak yang bisa kita lakukan untuk saling support selama pandemi. Terus semangat.

Semoga Bermanfaat, Stay Healthy and Stay Happy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

shares