Education,  Lifestyle,  Parenting,  Uncategorized

Mengenalkan Luka dan Pertolongan Pertama Bersama Hansaplast

Sharing this:

Tak terasa si sulung Arfa saat ini sudah duduk di kelas 2, rasanya waktu begitu cepat. Sekarang Ia semakin mandiri dan semakin banyak hal yang ia amati juga pelajari. Arfa sudah mengerjakan tugas-tugas sekolahnya sendiri walaupun sesekali aku masih membersamainya. Ia sudah mulai menggunakan berbagai alat untuk DIY atau crafting seperti pisau, gunting dan lainnya. Sayangnya aku belum membekali Ia dengan informasi dan pengetahuan mengenai luka dan pertolongan pertama jika saat bermain atau belajar ia mengalami luka.

Alhamdulillah, seperti gayung bersambut. Kemarin tepatnya tanggal 29 dan 30 Juli 2021, aku dan Arfa mengikuti rangkaian acara dari Hansaplast yang bertajuk Fun Learning Fun Crafting. Di acara tersebut Arfa diajak seseruan bersama para pengisi acara untuk mengenal Apa Itu Luka, Bagaimana pertolongan pertama dan Apa saja yang perlu dilakukan saat terjadi bencana. Semuanya informasi tersebut disampaikan secara FUN, melalui cerita dan lagu.

Day 1

Hari pertama FUN Vitual Activity Bersama Hansaplast, Arfa dan aku sudah menyiapkan berbagai perlengkapan agar kegiatan nanti yang disiarkan melalui zoom bisa berjalan lancar. Arfa sangat excited mengikuti rangkaian acara. Mendengarkan HansaBoy bercerita Bersama Kak Ria Suzan dan menyelesaikan kegiatan crafting membuat Magic Card. Senang sekali bisa melihat dan mendengar kak Ria berdongeng Bersama Suzan. Dulu saat aku kecil, pertunjukkan ka Ria dan Suzan itu jadi hiburan yang selalu di tunggu. Suara Suzan masih sama seperti puluhan tahun silam, menggemaskan!

Fun Learning Fun Crafting Bersama Hansaplast ini diikuti oleh media juga anak-anak yang jumlahnya cukup banyak. Melalui aplikasi Zoom, kak Ria dibantu HansaBoy mengenalkan Apa itu Luka pada anak-anak dengan cara story telling.

Tidak hanya Arfa yang antusias mendengarkan pemaparan HansaBoy dan Kak Ria, akupun ikut menyimak agar aku bisa menyampaikan kembali informasi tersebut kepada Cila dan Ara. Rasanya gak cuma orang dewasa ya yang pernah mengalami luka, anak-anak juga pernah. Luka itu ada 2 jenis, seperti yang kita tau ada luka yang mengeluarkan darah atau disebut dengan luka terbuka dan yang kedua yaitu luka tertutup atau biasanya luka yang diakibatkan karena adanya benturan, terlihat memar atau bengkak namun tidak berdarah.

Setelah Fun Learning dengan kak Ria dan HansaBoy, kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan Fun Crafting Bersama Kak Devi. Kali ini anak-anak diajak membuat magic cards. Bahan yang diperlukan untuk membuat magic cards ini adalah gunting, streples, kertas, spidol dan lainnya. Wah rasanya pas ya informasi yang sebelumnya disampaikan kak Ria dan HansaBoy tentang luka dengan kegiatan crafting ini. Anak-anak sudah mengerti nih apa yang perlu dilakukan kalau mereka terluka saat memegang gunting atau streples.

Mereka sudah dibekali cara pertolongan pertama saat terjadi luka, anak-anak bisa menggunakan penutup luka seperti plester, kain mitela, kasa steril, kasa gulung ataupun plester roll kain untuk menutup luka yang terbuka. Namun sebelumnya kita tetap perlu memperhatikan kondisi lukanya, sebelum ditutup tetap disterilkan terlebih dahulu dengan Hansaplast spray. Kehati-hatian juga perlu dilakukan agar tidak terluka saat memegang gunting atau benda tajam lainnya.

Selain mengenal luka, Kak Ria dan HansaBoy juga mengajak anak-anak untuk tau bagaimana pertolongan pertama pada luka. Melalui story telling yang disampaikan kak Ria, Arfa jadi mengerti kalau ada yang terluka, hal pertama yang perlu dilakukan adalah tidak panik dan tetap tenang. Kalau kita tetap tenang, kita bisa fokus dan ingat langkah apa yang perlu dilakukan selanjutnya. Wah anak-anak jadi anak siaga semua nih. Lanjut lagi yuk

Jadi kalau nanti ada yang terluka atau justru kita mengalaminya sendiri, kita perlu melakukan pertolongan pertama antara lain:

  • Bersihkan

Biasanya luka yang terbuka mudah menyebabkan infeksi jika tidak langsung dibersihkan atau disterilkan. Jangan sampai luka tersebut menjadi infeksi dan menyebabkan luka sulit sembuh bahkan menyebabkan penyakit lainnya. Jadi bersihkan terlebih dahulu ya lukanya, kita bisa gunakan Hansaplast spray antiseptic untuk membersihkan luka tanpa rasa perih, cukup disemprot aja. Kebetulan aku sudah coba nih, selain tanpa rasa perih, Hansaplast Spray Antiseptik ini juga tidak menyebabkan bau dan tidak meninggalkan bekas

  • Lindungi

Setelah dibersihkan, luka bisa kita tutup agar tidak terkena kotoran yang nantinya juga bisa menyebabkan infeksi. Kita bisa gunakan plester, kain kasa atau pelindung luka lainnya

  • Sembuhkan

Setelah luka kita bersihkan dan lindungi, jangan lupa untuk tetap merawat luka dengan menggunakan salep luka. Biasanya luka yang hampir mau sembuh, akan menunjukkan kondisi luka yang mongering.

Selain itu, kita juga perlu memperhatikan kebersihan diri saat merawat luka sendiri ataupun orang lain dengan mencuci tangan sebelum atau sesudah mengobati luka. Jika luka cukup parah, sebaiknya hubungi tim medis atau meminta bantuan dokter. Nah HansaBoy juga mengingatkan kita para orang tua untuk menyediakan kotak P3k di rumah atau di dalam kendaraan pribadi. Hal ini menjaga agar pertolongan pertama pada luka bisa kita lakukan jika perlengkapan dan obat yang diperlukan sudah disediakan.

Day 2

Hari kedua Fun Virtual Bersama Hansaplast, anak-anak akan diajak story telling lagi tapi kali ini sambil bernyanyi juga. Kak Bonchie Yoskarina dan HansaBoy mengajak Arfa dan teman-teman untuk mengenal berbagai bencana dan cara bersiaga dari bencana tersebut melalui cerita dan nyanyian merdu kak Bonchie. Anak-anak belajar mengenal bencana alam seperti banjir, gempa dan juga kebakaran. Hansaplast mengajak anak anak menjadi #AnakSiagaHansaplast sejak dini. Mereka harus tau apa yang perlu mereka lakukan jika bencana alam terjadi.

Setelah mengenal dan memahami tentang siaga bencana, Hansaplast mengajak anak-anak membuat crafting dengan perlengkapan yang sudah disediakan sebelumnya. Kali ini Arfa dan teman-teman akan membuat stiker book. Seru sekali menempel berbagai stiker warna warni berbagai bentuk di atas stiker book yang sudah diikat dengan tali. Melalui stiker book ini, mereka bisa langsung mempraktekkan apa yang sudah kak Bonchie jelaskan sebelumnya.

Hansaplast mengerti sekali bagaimana mengajarkan anak-anak informasi penting ini dengan cara yang menyenangkan dan tidak membosankan. Ini jadi kegiatan seru yang sangat bermanfaat. Arfa jadi belajar banyak hal, ia belajar story telling, memahami pertolongan pertama dan siaga bencana sekaligus berkreasi Bersama untuk membuat crafting lucu. Terima kasih banyak Hansaplast. Jangan lupa ya moms untuk menyediakan perlengkapan atau kotak P3K di rumah dan kendaraan pribadi kita.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *