Education,  Healthy,  Parenting

Cara Mencegah Stunting Pada Anak Dengan Program Isi Piringku

Sharing this:

Beberapa tahun lalu, stunting menjadi kata yang masih asing di telingaku. Ya saat si sulung kecil, stunting belum sepopuler saat ini. Informasi masih sangat terbatas dan masih jarang di sounding oleh ahli kesehatan yang aku temui. Sampai akhirnya aku berkesempatan mengikuti event offline yang mengangkat topik cara mencegah stunting pada anak. Berbekal rasa penasaran yang besar, aku juga mencari tau di beberapa sumber lainnya, hingga menemukan program isi piringku yang mampu membantu pencegahan stunting . Semakin berusaha mencari tau lebih jauh mengenai stunting dan aspek lainnya yang berkaitan dengan itu, aku semakin sadar masih banyak issue parenting, gizi dan ilmu lainnya yang harus terus aku update dan terus pelajari. So kali ini kita sharing yuk moms.

Sejak 2013 ada 37.2 persen anak stunting di Indonesia dan di tahun 2019 kasus stunting mencapai 27.67%, meskipun turun dari tahun 2013, angka segitu terbilang masih cukup tinggi, sedih rasanya ya apalagi membayangkan jika terjadi pada anak-anak atau orang terdekat kita. Pasti setiap orang tua mendambakan tumbuh kembang anak-anaknya bisa seoptimal mungkin tanpa ada indikasi kesehatan yang mengganggu seperti stunting.

Sebagai ibu dengan 4 anak, aku jadi khawatir dengan kondisi gizi anak-anak selama ini. Apakah makanan dan minuman yang mereka konsumsi sudah sesuai atau belum ya dengan standar kecukupan gizi yang ditetapkan. Apalagi Ara putri ketigaku termasuk anak yang picky eater, ya dia sering pilih-pilih makanan, terlebih untuk urusan sayuran.

Apa itu Stunting?

Menurut Kemenkes RI, Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami kondisi gizi yang buruk, jadi pemenuhan asupan gizinya itu tidak sesuai bahkan kurang dan hal tersebut berlangsung dalam waktu yang lama. Saat pertama kali menggali informasi tentang stunting ini, aku gak nyangka kalau stunting itu ciri utamanya adalah pertumbuhan tubuh yang melambat seperti lebih pendek atau ukuran tinggi dibawah rata-rata. Kalau dulu kita biasa kenal dengan istilah cebol ya, ternyata anak-anak yang tinggi badannya tidak sesuai karena pemenuhan gizi yang buruk disebut dengan stunting. Jadi cebol dan stunting itu berbeda moms, kalau cebol erat kaitannya dengan genetik sedangkan stunting bisa kita cegah dengan beberapa point yang akan aku coba share.

Indikator Stunting

Nyatanya ukuran tubuh pendek di bawah normal atau rata-rata menjadi indikator anak tersebut mengalami stunting ya. Selain pertumbuhan tinggi badan yang melambat, stunting pada anak juga bisa kita kenali dengan:

  • Kemampuan fokus atau kemampuan belajar yang kurang baik
  • Anak sering mengalami penyakit infeksi
  • Lambatnya pertumbuhan gigi
  • Berat badan dibawah standar normal

Dampak Stunting

Aku percaya setiap orang tua pasti berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak-anaknya. Dibalik banyaknya pekerjaan domestik kita sebagai istri sekaligus ibu, kita juga perlu bertanggung jawab atas asupan gizi anak anak, ya tidak hanya sekedar menyiapkan makan minum mereka saja, namun perlu memperhatikan pemenuhan gizi dari apa yang mereka konsumsi. Harapan kita pasti sama ya moms agar si kecil dan generasi kita tumbuh sehat tanpa gangguan tumbuh kembang seperti stunting.

Stunting mengalami dampak jangka pendek juga dampak jangka panjang moms. Seperti yang kita tau, anak-anak yang mengalami gizi buruk atau kronis pasti kemampuan belajar, konsentrasi dan pertumbuhan fisiknya terhambat. Asupan nutrisi memang sebegitu penting dalam membantu kegiatan belajar dan aktifitas sehari-hari mereka. Jika stunting, anak-anak akan cepat lelah, gerakan otot melemah sehingga aktifitas fisik sulit dilakukan dan pertumbuhan mereka terhambat, itulah yang menjadi dampak jangka pendek.

Pertumbuhan tinggi badan yang berbeda atau jauh di bawah normal dikhawatirkan akan menyulitkan mereka dalam produktifitas di masa yang akan datang, dampak jangka panjang lainnya adalah munculnya resiko penyakit berat dan infeksi.

Penyebab Stunting

Stunting sangat berkaitan erat dengan pemenuhan gizi dan pola asuh pada anak moms. Selain itu karena kebiasaan hidup bersih yang tidak diterapkan di rumah, sehingga bisa mengganggu penyerapan gizi di dalam tubuh tidak berjalan optimal. Anak anak memang perlu dilatih untuk terbiasa mencuci tangan terlebih dahulu dan kita juga perlu melakukan pengecekan kesehatan seperti ukur tinggi dan berat badan anak secara berkala. Biasanya aku memantau pertumbuhan dan perkembangan anak anak melalui buku grafik pertumbuhan yang Dokter atau Bidan berikan saat si kecil lahir, nantinya buku tersebut kita isi setiap bulannya. Harapannya jika grafik perkembangan anak di bawah garis hijau, kita bisa antisipasi dengan cepat untuk memperbaiki pemenuhan gizinya.

Cara Mencegah Stunting Dengan Isi Piringku

Stunting bisa dicegah tentunya dengan kita banyak mencari tau informasi dan pengetahuannya ya moms. Jangan sampai ketidaktahuan kita berdampak pada perkembangan anak yang terlambat atau hal lain yang tidak diinginkan. Alhamdulillahnya akses informasi sekarang semakin mudah, sambil rebahan atau di sela-sela kesibukan kita di rumah, kita bisa scrolling untuk menggali informasi seputar nutrisi, parenting, dan topik topik lain yang bisa mendukung kita untuk mengoptimalkan tumbuh kembang mereka, ya katanya ibu itu belajarnya tiap hari, semangat moms😊

Selain menambah pengetahuan kita, hal utama dari pencegahan stunting ini adalah dengan menerapkan gizi seimbang. Nah ada cara mudah dan asik nih moms untuk memperkenalkan porsi gizi seimbang pada anak yaitu dengan program Isi Piringku. Selain mempermudah kita sebagai ibu dalam menyiapkan menu gizi seimbang, anak anak juga akan lebih tertarik untuk mengetahui dan mencicipi menu yang kita siapkan.

Gizi seimbang melalui isi piringku ini di usung oleh Kemenkes bekerja sama dengan pihak lainnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat khususnya anak anak dan sekitarnya untuk mengetahui pentingnya gizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting. Kalau dulu, kita sering mengenal istilah 4 sehat 5 sempurna ya moms, nah istilah tersebut sudah tidak digunakan lagi atau sudah diperbaharui menjadi pedoman gizi seimbang (PGS). Pemerintah merekomendasikan standar kebutuhan gizi anak dengan diet gizi seimbang yang bisa kita lihat dari program isi piringku.

Isi Piringku merupakan rekomendasi diet seimbang dalam satu kali makan yang bisa diterapkan secara sederhana dengan pembagian setengah porsi piring untuk buah dan sayur dan setengahnya lagi untuk karbonhidrat juga protein. Tak lupa konsumsi air putih yang cukup dan ditambah dengan satu gelas susu.

Jadi rekomendasi isi piringku untuk usia 4-6 tahun adalah 1/3 protein, 2/3 karbonhidrat. ½ sayur dan buah lalu ditambah dengan air putih sebelum dan sesudah makan. Selain melihat isi piring yang anak anak makan, kita juga harus memperhatikan pemakaian gula, garam dan lemak, kandungan tersebut harus di batasi agar tidak berlebih.

Ini dia menu sederhana yang aku buat untuk anak anak dengan menerapkan gizi seimbang. Ada nasi sebagai sumber karbonhidrat, ayam goreng crispy kesukaan anak-anak sebagai sumber protein mereka, sayur bayam yang cepat dan praktis masaknya, tak lupa ada buah-buahan yang harganya cukup murah karena lagi musimnya 😀

Selain menyiapkan menu isi piringku dengan komposisi diatas, aku juga memperhatikan kebutuhan air putih mereka tercukupi tiap harinya. Tak lupa pemberian susu untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Biasanya anak anakku minum susu bisa lebih dari satu gelas sehari apalagi kalau susu coklat nih, nah yang masih sulit itu memberikan mereka sayuran yang lebih variatif. Hanya beberapa jenis sayuran saja yang mereka mau seperti kangkung, bayam, wortel dan labu siam, sisanya harus benar-benar dibujuk.

Dengan program isi piringku ini, aku jadi dapat bantuan untuk membujuk dan memotivasi anak anak biar gak menolak menu yang aku siapkan. Jadi ada lagu isi piringku yang sudah ditayangkan di Youtube dan bisa kita akses dengan mudah moms. Lagu isi piringku ini diluncurkan tanggal 24 Agustus 2020 lalu dengan mengembangkan jingle SGM. Lagunya sangat easy listening dan ada gerakan-gerakan menarik yang bisa diikuti anak-anak di rumah, ini link jingle Isi Piringku, jangan lupa di like dan share ke moms yang lain ya.

Jadi aku memperlihatkan video lagu isi piringku ini ke anak-anak sebelum mereka menikmati menu makannya, ketika mereka sudah asik melihat video dan mulai memahami liriknya, akupun mencoba menjelaskan pentingnya gemar makan buah-buah dan sayur. Untuk si kecil Ara, biasanya aku langsung menjelaskan manfaat sayur atau buah yang ia makan. Seperti wortel ini bagus loh dek untuk mata, biar matanya gak sakit dan bisa lihat warna-warna buat Ara mewarnai. Kita harus mencari cara yang menyenangkan untuk mengajak anak anak makan menu sehat yang kita siapkan, jangan sampai dengan cara memaksa apalagi mengancam.

Pencegahan stunting pada anak juga bisa dilakukan dengan:

  • Mengetahui pentingnya 1000 hari pertama si kecil sehingga kita bisa menyiapkan kebutuhan gizi sejak dalam masa kehamilan
  • Melakukan pemeriksaan  kehamilan rutin dan berkala
  • Memberikan ASI Eksklusif dan MPASI sehat, mengenalkan makanan sehat sejak si kecil MPASI
  • Menerapkan pola hidup sehat dan bersih seperti rajin mencuci tangan, membersihkan rumah dan lingkungan sekitar

Tanggung jawab dan tugas kita sebagai orang tua memang banyak tantangannya. Semoga kita bisa terus bersabar dan bersemangat dalam membersamai mereka dan menyiapkan asupan nutrisi yang tepat. Jangan lupa untuk terus menggali informasi dan pengetahuan kita melalui berbagai sumber ilmu baik dari berbagai platform digital ataupun media cetak seperti buku dan lain lain. Yuk kita bisa turunkan angka stunting di Indonesia melalui program isi piringku ini. Semoga anak- anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat dan maju. Semoga Bermanfaat ya moms….

18 Comments

  • Mugniar

    Stunting ini dampaknya ngeri karena “gagal tumbuh” istilah awamnya. Kalau gagal tumbuh, duh makanya harus diupayakan sekerasnya ya, di antaranya dengan program “Isi Piringku”.

  • Okti Li

    Meski negara kita sudah lama merdeka tapi memang masih ada kok anak yang gagal tumbuh dampak dari asupan gizi saat balita.
    Di kampung saya masih ada Anka yang jangankan diperhatikan makan sesuai isi piringku, minum susu aja masih selalu pakai kental manis

  • Li Partic

    Isi piringku anak-anak umur segitu beda dengan dewasa ya ternyata. Karbohidratnya lebih banyak. Pasti untuk energinya yang banyak gerak dan tumbuh kembangnya. Masih jadi PR nih, si kecil susah makan sayur 🙁

  • Diah Alsa

    dengan lagu isi piringku ini anak jadi bisa lebih bersemangat ya saat makan, Ibunya juga jadi semangat menyiapkan makanan sesuai isi piringku juga doong jika anak responnya baik.
    moga anak-anak kita jauh dari stunting ini ya Mbak dan juga Indonesia bebas dari stunting juga 🙂

  • Aswinda Utari

    Wah, lucu lagunya. Dengan begini anaknjd semangat makan ya. Aku jg msh peer ngasih anakku protein hewani. Krn anaknya rada vegan entah mirip siapa. Takutnya zat besinya kurang. Smg anak2 indo terbebas dr stunting ya

  • Akarui Cha

    Pada akhirnya, makan nggak lagi asal kenyang. Sebab berbagai nutrisi yang diasup juga perlu diperhatikan. Selain itu, banyak faktor lain semisal urusan kebersihan yang perlu dapat perhatian.

    Terima kasih banyak Mba.. Jadi bisa banyak belajar setelah mampir ke mari.

  • Visya

    Ah iya akupun semasa single awwam soal stunting.. setelah punya anak jadi sering teredukasi Alhamdulillah. Btw anak pertama mbak Ria usianya berapa? Hehe.

  • Lia Yuliani

    Seribu hari pertama bagi anak ini sangat penting ternyata untuk perkembangannya. Stunting jadi masalah buat Kita semua, jadi sekarang saya pun merasa ingin mengevaluasi apakah selama ini pemenuhan gizi harian sudah tercukupi atau belum. Trims sharingnya Mba

  • Neneng Sumiati

    Stunting sangat berbahaya bagi anak2, di masa pertumbuhan anak2 harus mendapatkan nutrisi untuk otak dan badannya. Dengan nutrisi terpenuhi kerja otak akan maksimal bisa belajar dengan baik. Terima kasih atas artikel yg di share semoga bermanfaat untuk kita semua sebagai orang tua.

  • Irra Octaviany

    masa 1000 hari buat anak tuh sangat-sangat penting, makanya gizi yang diberikan harus diperhatikan dengan baik. gak mau kan anak terkena stunting. dengan adanya perhitungan isi piring ini, makanan yang kita makan akan lebih seimbang gizinya.

  • Arda Sitepu

    Dari dulu sangat senang memperhatikan tumbuh kembang anak apalagi 1000 hari pertama yang sangat berpengaruh terhadap masa depan anak. Bersyukur sekarang juga lebih memperhatikan isi piring keluarga dan setidaknya lengkap dengan makanan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *