Events,  Food,  Lifestyle

Jelajah Australia Lewat Rasa, Festival Kuliner Australia di Jakarta

Pengalaman Menghadiri Festival Kuliner Australia 2026 di Jakarta

Rasanya seperti diajak ‘jalan-jalan’ ke Australia deh, itulah perasaan yang muncul saat aku sudah berada di venue acara Taste of Australia 2026 kemarin. Sebelum masuk tiap tamu sudah dibagikan passport ala ala yang sangat menarik, semacam booklet kecil yang bisa ditandai setiap kali kami sudah mencicipi makanan. Bagiku, passport ini terasa meaningful, seolah-olah setiap makanan yang kami cicipi adalah negara bagian Australia yang lagi dikunjungi, dari dessert yang lembut sampai hidangan gurih yang kaya rasa.

Festival kuliner ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Australia, bertempat di DoubleTree by Hilton Cikini, pada 7 Februari 2026 lalu. Alhamdulillah komunitas kesayangan Food Blogger Community-lah yang mengajak aku dan teman-teman untuk ikut hadir. Melalui Founder FBI, pihak kedubes mengundang komunitas dan media lainnya untuk merasakan keragaman rasa dari makanan Australia. Event kali ini tidak hanya seru tapi terasa semakin hangat karena bisa reuni kecil bersama teman-teman blogger.

Menjelajahi Makanan Khas Australia di Taste of Australia 2026

Dari sekian deretan makanan yang ada di venue, mataku langsung tertuju ke meja dessert yang menyuguhkan Lamington Cake dan Pavlova, maklum anak visual yang langsung tertarik lihat kue cantik tertata rapi di atas meja. Rasanya nggak afdol kalau cuma difoto, kali ini aku langsung mengambil kedua dessert ini walaupun nggak yakin akan habis karena aku memang bukan dessert person, lebih suka savory.

Benar dugaanku, Pavlova terasa amat manis (buatku). Dessert yang sangat fotogenik ini punya tekstur yang lembut dan ringan saat masuk ke mulut. Mungkin kalau makannya sekaligus, rasa manisnya akan tertutupi dengan kesegaran buah yang ada di atasnya ya.

Setelah mencicipi Pavlova, aku melanjutkan misi berikutnya untuk merasakan cita rasa dari national cake of Australia, yup Lamington Cake. Aku mendengar beberapa orang sudah menyebut-nyebut dessert ini sejak awal acara. Surprisingly, ternyata rasanya nggak terlalu manis dan menurutku seimbang. Teksturnya lembut dan ada rasa coconut yang kuat. Menurutku, lamington cake jadi penyeimbang yang pas untuk mereka yang tidak terlalu suka dessert semanis pavlova.

Ketika aku dan teman-teman sedang mencicipi dessert ini, salah satu staf kedutaan menghampiri meja kami dan bertanya, “How about the food?” selanjutnya dengan ramah, dia juga menjelaskan tentang story dan filosofi di balik kedua dessert ini.

Dia menjelaskan bahwa Lamington cake sebenarnya tidak memiliki topping cokelat di atasnya seperti yang kami coba hari itu. Versi klasiknya hanya berupa cake yang dilapisi cokelat dan kelapa parut, sementara tambahan cokelat di atas itu lebih ke sentuhan dekoratif modern. Ya memang membuat cake ini jadi lebih cantik. Sementara itu, Pavlova juga punya cerita yang cukup unik. Jadi dessert cantik ini ada kaitannya dengan rok ballerina yang ada di Australia, nggak heran tampilan kue ini elegan dan artistik, ternyata ada sejarahnya.

Selain mencoba kelembutan dari dua dessert khas Australia, aku juga mencicipi mini meat pies.  Ini jadi dish yang paling aku suka, sayang cuma bisa makan satu pie aja hehe. Jadi di dalam pies ini ada tumisan daging yang diberi bumbu, rasanya enak dan gurih. Kalau boleh aku samakan, isinya tuh mirip daging cincang semur, nah rasanya makin pas karena dibalut sama pastry yang lembut. Selain enak, makanan ini tuh mengenyangkan, mungkin karena tinggi protein ya yang bikin perut terasa penuh.

Mulut ini belum berhenti mengunyah, lanjut nyobain skewer (mirip sate, potongan daging yang disusun dengan potongan paprika lalu di grill), dan popcorn. Di meja masih ada ice cream, sausage sizzle dan roti tapi aku nggak makan karena perut rasanya sudah penuh.

Selain asik menjelajahi beragam kuliner Australia, kami juga bisa menyaksikan Chef Callum Hann memasak secara langsung menu Australia Rib Eye. Sebagai alumni MasterChef Australia, kemampuannya mengolah daging rasanya nggak perlu diragukan lagi, hidangannya terlihat juicy dan menggoda, apalagi dengan siraman saus khas yang diracik, sayang banget nggak bisa diicip. Tapi terbayarkan bisa foto bersama chef yang sangat humble dan ramah.

Hari itu, acara ditutup dengan amat seru karena kami berpindah ke outdoor area dan menikmati live music disana. Terasa vibes BBQ party ala Australian, semoga bisa jadi awal perjalanan sungguhan untuk kami para food blogger ke Australia ya Aamiin.

Aku berharap banget acara seperti Taste of Australia 2026 ini bisa diadakan lagi dan jadi inspirasi kedubes lainnya. Kerja sama antar dua Negara melalui rasa dan cerita. Semoga hubungan kuliner antara Indonesia dan Australia terus berkembang, menarik banget kan storytelling lintas Negara melalui ragam kulinernya. Terima kasih Food Blogger ID untuk kesempatannya, aaaa happpy sekaliii.

Hiii terima kasih sudah berkunjung. I'm totally happy and greatly appreciate if you kindly give me some advice and comments. For any enquiries, kindly send email to ria.iyha29@gmail.com . Enjoying reading :))

One Comment

  • Lala

    Sebuah pengalaman yang sangat berkesan banget ya Mbak. Bisa mencicip menu Australia yang dibuat oleh chef Callum Hann pula. Lalu menyaksikan demo masak dari beliau dan mendapatkan tambahan insight. Pastinya happy juga karena bisa kumpul sama para blogger di acaranya.

    Semoga, next bisa jelajah Australia secara langsung dan semakin kenalan sama banyak kuliner khas sana, tanpa melupakan makanan Nusantara pun selalu di hati ✨

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *